Optimisme Swasembada Pangan di Kalimantan Timur: Potensi dan Tantangan

Posted by : mira October 27, 2023

agendakaltimnews.com – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Muhammad Samsun, menyatakan optimisme dalam upaya menjadikan Kaltim sebagai daerah swasembada pangan, meskipun sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat saat ini masih dipasok dari luar daerah. Samsun menyoroti kekayaan lahan yang luas dan subur di Kaltim sebagai aset berharga untuk mencapai tujuan tersebut.

Samsun menjelaskan bahwa ketahanan pangan adalah isu mendasar yang memiliki dampak signifikan pada kehidupan sebuah bangsa. Dia menggarisbawahi bahwa krisis pangan adalah salah satu masalah utama di dunia, dan Indonesia harus memprioritaskan upaya untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan pangan dari negara lain.

Samsun juga menyoroti pentingnya visi ketahanan pangan sebagai bagian dari misi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk mencapai swasembada pangan di Indonesia. Dia menyebut program food estate yang dilaksanakan di Kaltim sebagai langkah konkrit dalam mencapai tujuan ini. Food estate mencakup penanaman padi dan tanaman pokok pengganti nasi seperti talas dan singkong secara sistematis dan menyeluruh.

Selain itu, Samsun mengapresiasi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Kutai Kartanegara (Kukar) yang merupakan penyuplai bahan pangan terbesar di wilayah Kaltim. Dia berharap potensi ini dapat ditingkatkan melalui program-program yang lebih berfokus pada sektor pertanian.

Samsun juga menekankan perlunya mendukung petani milenial dan modernisasi pertanian, termasuk pemenuhan sarana dan prasarana pertanian oleh pemerintah. Dia mengingatkan agar tidak ada lagi alih fungsi lahan dari pertanian ke sektor lain, serta mendorong agar petani tidak beralih profesi.

Meskipun Samsun mengekspresikan optimisme terkait upaya swasembada pangan di Kaltim, laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim tahun 2023 mengungkap penurunan luas panen tanaman padi di provinsi ini pada tahun 2022, meskipun Kabupaten Kutai Kartanegara mencatat luas panen padi yang paling luas. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan tetap ada dalam pencapaian ketahanan pangan yang diinginkan.(adv)

RELATED POSTS
FOLLOW US