Tingkatkan Perawatan Stadion Utama Palaran: Ketua Komisi II DPRD Kaltim Mendorong Pengelolaan yang Lebih Profesional

Posted by : mira October 27, 2023

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Nidya Listiyono, mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Kaltim secara perlahan mulai memberikan perhatian pada aset-asetnya yang selama ini terlupakan, khususnya Stadion Utama Palaran. Ia menekankan perlunya pengelolaan fasilitas olahraga ini oleh pihak yang profesional.

Sementara ini, upaya perbaikan yang telah dilakukan Pemprov Kaltim adalah perbaikan akses jalan menuju stadion. Nidya berharap agar upaya ini merupakan awal dari perawatan rutin yang akan membuat stadion lebih nyaman untuk digunakan. “Hari ini, kan stadion mulai mendapatkan perawatan, terutama dengan perbaikan jalan akses yang sudah diaspal dengan baik,” ucap Nidya.

Setelah perawatan rutin tersebut dilakukan, Nidya mendesak agar pengelolaan Stadion Utama Palaran diserahkan kepada pihak yang memiliki keahlian profesional dalam pengelolaan fasilitas olahraga. Hal ini bertujuan untuk menciptakan pengelolaan yang lebih terstruktur dan sistematis. “Saya merekomendasikan agar pengelolaan stadion ini diserahkan kepada para profesional, dan keputusan ini harus didasarkan pada data yang kuat,” tegasnya.

Nidya, seorang politisi dari Partai Golkar, juga menekankan bahwa Komisi II DPRD Kaltim akan terus mendorong Pemprov Kaltim untuk fokus pada perbaikan aset-aset yang ada. Ia berharap agar aset seperti Stadion Utama Palaran, yang telah memakan investasi besar, tidak hanya dibangun, tetapi juga terjaga dan terawat dengan baik. “Saya tidak tahu apakah ini karena usaha kami atau bukan, tetapi ini adalah usaha masyarakat Kaltim,” ungkapnya.

Namun, sebelum pengelolaan stadion diserahkan kepada pihak ketiga yang lebih profesional, Nidya memberikan pesan kepada Pemprov Kaltim untuk melakukan perhitungan dan kajian mendalam terkait proses penawaran. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa kerjasama dengan pihak ketiga dilakukan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan. “Bentuk kerja sama ini bervariasi tergantung pihak ketiga yang akan mengelola. Misalnya, karena kita belum memiliki kapasitas untuk mengelola, maka kita akan mengevaluasi kemungkinan kerja sama ini lebih lanjut,” tandasnya.

RELATED POSTS
FOLLOW US